UMUM  

Anggota DPR RI Ananta Wahana Salurkan Delapan Ekor Sapi Bantuan Kementan

dpr ri
Anggota DPR RI Ananta Wahana menyalurkan delapan ekor sapi bantuan Kementerian Pertanian dan menyalurkan paket sembako bantuan Ketua DPR RI Puan Maharani di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (26/2/2022).

BANTEN, INDOtayang.COM — Anggota DPR RI Ananta Wahana menyalurkan bantuan delapan ekor sapi kepada kelompok tani (Poktan) Paradise Farm di Kp Jatibenying, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sapi bantuan program unit pengolahan pupuk organik (UPPO) dari Kementerian Petanian (Kementan) itu diserahkan Ananta saat melakukan reses di daerah asal pemilihan (Dapil) Banten III meliputi Tangerang Raya, Sabtu (26/2/2022).

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menyebut, bahwa kegiatan reses merupakan kegiatan turun ke rakyat. Untuk menyerap aspirasi, dan kebutuhan-kebutuhan dalam meningkatkan kehidupan masyarakat.

“Kita serap aspirasinya, kebutuhannya apa, kendalanya apa, dan solusinya bagaimana. Hari ini kita kunjungi tujuh titik untuk menyalurkan bantuan yang rakyat butuhkan,” ujar Ananta Wahana.

Selain delapan ekor sapi itu, juga bantuan peralatan pengolahan pupuk organik lainnya. Dan ini, kata Ananta, sebagai upaya pemerintah untuk mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri.

dpr ri
Anggota DPR RI Ananta Wahana menyalurkan bantuan delapan ekor sapi kepada kelompok tani Paradise Farm di Kp Jatibenying, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (26/2/2022).

Menurut Ananta, alasan pemerintah melalui Kementan mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik adalah untuk turut merehabilitasi tanah.

Pupuk organik dapat menyediakan hara tanaman dan memperbaiki struktur tanah, baik dalam memperbaiki drainase dan pori-pori tanah.

“Tentu kita berharap, dengan bantuan UPPO ini petani dapat memproduksi serta menggunakan pupuk organik. Meningkatkan produksi pertanian, dan pada akhirnya pendapatan petani juga bisa meningkat” jelas Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Respon (1)

Komentar ditutup.