UMUM  

Anggota DPR RI Ananta: UMKM Harus Punya Endurance dan Daya Saing

umkm
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM Standar Nasional Indonesia oleh Institut Kibar UMKM Pancasila (IKUP) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) betempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (13/2/2022).

BANTEN, INDOtayang.COM — Anggota DPR RI Ananta Wahana menyebut, bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Banten harus memiliki daya tahan (endurance) dan daya saing, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Ananta Wahana menyampaikan hal itu pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM Standar Nasional Indonesia oleh Institut Kibar UMKM Pancasila (IKUP) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) betempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (13/2/2022).

Menurut Ananta, upaya peningkatan ketahanan dan daya saing melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM itu dilakukan lantaran pertumbuhan sektor usaha non formal tersebut sangat pesat di wilayah Banten.

“Saat Pandemi ini di Banten ada sekitar 59 ribu pelaku UMKM baru. Tentu ini harus menjadi perhatian, bagaimana melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha rakyat itu agar tumbuh dan berkembang memiliki daya tahan dan daya saing,” katanya.

Anggota DPR RI asal Dapil Banten III meliputi Tangerang Raya itu juga menyebut, bahwa masalah permodalan menjadi kendala secara umum bagi para pelaku UMKM. Selain masalah ketentuan regulasi seperti produk yang harus berstandar nasional (SNI).

“Kendala-kendala itu jangan sampai meruntuhkan daya tahan dan daya saing UMKM kita. Para pelaku usaha non formal ini harus mendapat pendampingan dalam mengembangkan usahanya,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Oleh karena itu, menurut Ananta, pemerintah telah menjadikan sektor UMKM menjadi fokus dalam pemulihan ekonomi nasional yang terdampak serius pandemi Covid-19.

“Sektor UMKM berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yaitu mencapai 85 persen,” ungkapnya.

“Dan karenanya, pemerintah melalui BUMN telah mendorong UMKM baik untuk permodalan maupun aspek lainnya. Agar sektor usahan ini memiliki endurance dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Respon (1)

Komentar ditutup.